Postingan

Jejak Peristiwa 1 Januari

Gambar
     M emulai segala hal harus memiliki awalan, sejatinya pergantian tahun dari tanggal 31 Desember menuju 1 Januari adalah tolak ukur yang sangat menarik untuk menjadi titik awal memulai perjalanan baru. Menutup tahun kali ini tidak banyak yang bisa dirayakan sejogjanya tahun-tahun sebelumnya dimana dahulu ia selalu disambut dengan suka cita. Bisa jadi pendemi yang berjilid-jilid ini menjadi alasan paling membosankan sehingga nikmat peralihan tahun tidak sedap bak ayam bakar diatas arang pada tahun kemarin.      Bersama dengan salah satu teman dari atas lantai dua pondokan tempat kami menumpang tidur Pondok Purnama , kami menikmati letusan-letusan kembang api dan petasan. Sesekali gadget diarahkan ke langit untuk mengabadikan setiap momen, setiap detik, setiap percikan api semangat pergantian tahun tersebut. Dalam beberapa waktu sebuah story salah satu teman memberikan informasi bahwa “kembang api melepaskan gas-gas yang merupakan penyumbang terbesar d...

Melankolia ke Eudaimonia: Perjalan Riuh Sepanjang Tahun

  Memulai tulisan ini dengan kalimat salah satu rekan pada dinding komentar media sosial yang mencuat medio 2007 Facebook katanya “tidak ada yang betul-betul mencapai kebenaran dan keadilan”, bahwa manusia adalah kadar paling terendah dalam memaknai kebajikan. Sungguh sedikit melelahkan perjalanan panjang melewati tahun masehi kali ini tidak terhitung dalam kurun waktu 2020 suasana berkecamuk. Mungkin saja memang Tuhan memberi sedikit lebih banyak ujian untuk tahun ini, tetapi sebagai insan yang dipinjamkan nafas dan amanah untuk berbuat baik di muka bumi sepatutnya untuk syukur selalu menjadi alibi bahkan sebuah keharusan. Tapi bukan hidup namanya jika hanya derai derita yang akrab menyapa, perjalanan satu tahun penuh ini juga tetap disesaki bahagia-bahagia tak terhingga, saya bersama dengan ingatan sederhana mencoba mengulang rangkum riuh sepanjang tahun. Januari-Februari Awal dari sebuah harapan, pada setiap tahun Januari selalu menjadi batu loncatan menuju bulan-b...

Opu Daeng Risaju: Lentera Terang Pejuang Perempuan Sulawesi Selatan

Opu Daeng Risaju: Lentera Terang Pejuang Perempuan Sulawesi Selatan Sebuah pengantar menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional  “Satu Juta Surat Untuk Opu Daeng Risaju” Oleh: Fajar Sidiq Limola Email: limolafajar@gmail.com Membicarakan heroik perjuangan merebut kemerdekaan dan mempertahankan status kemerdekaan tersebut tidak akan pernah habis sepanjang Republik Indonesia berdiri kokoh. Apabila di asumsikan sebagai bunga maka ia tidak akan pernah selesai dengan musim, akan terus tumbuh mekar, mewangi dan asri sepanjang waktu. Kisah perlawanan terhadap imperialisme di Indonesia begitu banyak, namun jika membicarakan peran perempuan maka hal tersebut akan tereduksi menjadi beberapa saja. Jawa dengan antusias menceritakan bagaimana R.A. Kartini menggunakan surat-suratnya melawan dengan gigih, Aceh dengan bergelora berkisah tentang Cut Nyak Dien begitu berani tidak membiarkan tanah kelahirannya menjadi bagian dari koloni Belanda, atau Maluku dengan bangga menarasikan Martha C. Tiahahu...

Sassa, Kampung Para Manusia Berdarah “LIMOLA” (bagian I)

Gambar
Sassa, Kampung Para Manusia Berdarah “LIMOLA” (bagian I) Tulisan ini saya tulis sekitar dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha dan sehari setelah mengujungi Timburu Kopi, sebagai wujud cinta untuk Rare To Limola. terkhusus kusembahkan untuk rangaku(dalam bahasa setempat berarti rekan) para perantau yang untuk kesekian kalinya belum sempat menjajaki udara segar setiap lorong kampung.  -Salam Manis Penulis (Pajar) Gambar: Salah satu lorong Dusun Sassa. Apabila berada radius beratus kilometer dan beribu bahkan berjuta kilometer dari kampung halaman maka pulang adalah kata paling syahdu terdengar dan paling ingin dilakukan para Manusia Limola diluar sana. Letaknya berjarak sekitar 7 Kilometer dari jalan poros Trans Sulawesi, dibutuhkan 10 menit atau 20 menit untuk sampai di kampung tersebut tergantung laju mengendarai motor.    Syahdan memasuki kampung kecil berbentuk segiempat ini yang tentunya tidak akan membuat buling(tesesat), pengunjung akan ...

Laporan Bacaan : Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17 (Bagian Pelabuhan)

LAPORAN BACAAN Judul                           : Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17 Penulis                         : Adrian B. Lapian Bagian Ketiga             : Pelabuhan Oleh : Fajar Sidiq Limola Displaying the historical narrative of the archipelago will lead to shipping and commercial activities in the archipelago, this is a history that has a pattern of linkages between one region to another, to connect each of these areas the port plays a very central role as a place of entry and exit of goods. The figure of the Harbormaster also has a role that is no less important, it is undoubtedly the continuity and success of the shipping and commercial process of a port. Key W...